DPP Askonas Targetkan Jumlah Anggotanya Masuk Peringkat 2 Nasional

oleh -26 views

Jakarta – DPP Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) yang bergerak di bidang jasa kontruksi  yang ada di Indonesia menargetkan, pada tahun 2021 nanti bisa menempati peringkat dua Nasional jumlah anggotanya. Hal tersebut disampaikan oleh sekjen DPP Askonas (09/12/2020).

Dalam wawancaranya “Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Askonas, Firdaus Ardiansyah Purnomo, mengatakan  bahwa  pengurus  DPP dan DPD Askonas seluruh di nusantara, yakin  tahun 2021 bisa masuk peringkat ke-2 Nasional dengan jumlah anggotanya,’’katanya usai menyampaikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Askonas.

Untuk sementara dalam perhitungan jumlah anggota Askonas yang terdata sesuai Lembaga Pengembang Jasa Kontruksi Nasional (LPJKN) untuk tahun 2020 ini masih berada di posisi peringkat ke-3 Nasional dari Asosiasi lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Firdaus Ardiansyah Purnomo, Usai menyampaikan sambutan dalam Rakorsus Askonas yang diikuti oleh Badan Pelaksana (Bapel) dari 34 Provinsi dan 514 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Indonesia.

Sedangkan untuk posisi (peringat ke-1) asosiasi kontraktor Indonesia, saat ini masih diduduki oleh Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) dan di posisi ke-2 adalah Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) yang bergerak di bidang jasa kontruksi.

Lebih lanjut ditambahkan, “Selain target masuk peringkat ke-2 Nasional, pihak Askonas kini tengah mendorong pengurus di tingkat DPD dan DPC seluruh Indonesia agar mampu memahami sistem digital iformasi. ‘’Mereka ini merupakan ujung tombak dalam pelayanan sertifikasi kepada anggota, maka harus memahami sistem digital informasi. Itu penting, karena proses-proses sertifikasi jasa konstruksi ke depan, semuanya dilakukan melalui aplikasi OSS (Online Single Submission),’’ terangnya.

Firdaus Ardiansyah Purnomo pun berpesan, dengan adanya perubahan regulasi pada 2021 nanti, semua anggota diharapkan bisa dengan segera beradaptasi dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. ‘’Dengan begitu, maka pada saat melakukan pelelangan (tender), mampu  bersaing dengan kontraktor jasa kontruksi lain,”Tandasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *